03 April 2019

Meriah! 2 Tahunan Triangle Tourism Travelmart II-2019 sukses digelar


Batam - Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) DPD Kepulauan Riau menggelar 2 tahunan Triangle Tourism Travelmart bertema "Magnificent Coasboarder yang berlokasi di Bay City Harbour Bay, Selasa (2/4) hingga 5 April mendatang.



Sebelum acara resmi di buka, penampilan tari persembahan dari penyandang disabilitas SLB Batam memberikan magic bagi para tamu undangan yang hadir. Sajian makan malam dengan menu seafood memanjakan lidah. Beragam menu makanan tersedia, mulai dari gonggong, kepiting, ikan, sayur dan soup menghadirkan cita rasa yang khas dan sangat di nikmati para tamu undangan .

Para tamu undangan datang dari berbagai parlemen asosiasi insan pariwisata Indonesia, 54 seller dan 61 buyer dari negara tetangga Malaysia, Singapore serta India pun turut hadir.




Walikota Batam, M. Rudi, mengatakan pada tahun 2025 insyaallah Batam semakin baik. Bandara Hang Nadim, akan dibangun terminal dua untuk memperbesar kapasitas penumpang dan menerima pesawat jenis apa saja. Karna saat ini, Pemerintah Kota Batam juga sedang membangun Masjid Raya Sultan Mahmud Riayatsyah di Batu Aji yang akan rampung di September mendatang. Masjid yang mampu menampung hingga 25 ribu jamaah dan akan memiliki iconic tersendiri.


Selain itu, Pulau Putri adalah salah satu destinasi yang akan di rujuk pembangunannya. Jika masalah perizinan sudah terealisasi, akan ditimbun dan bisa dinikmati oleh kita semua yang datang ke Batam. Dari sini kita akan melihat langsung negara tetangga kita Malaysia yang indah, tapi kita yang menikmatinya, sebut Rudi.

Boeralimar Kadispar Kepri mengatakan " Alhamdulillah berkat kerja keras dan semangat teman-teman kita sudah mencapai target ditahun lalu, kita harus yakin kenaikan wisman bisa kita capai kembali dengan optimis. Untuk Triangle Tourism Travelmart sukses acara hari ini, kalau biasanya hanya 2 tahun sekali Insyaallah bisa terlaksana setiap setahun sekali.




Target selanjutnya tak hanya Batam, Kepri sebagai daerah Coasboarder juga memiliki Anambas, Natuna , dan Lingga yang memiliki kelebihan dan keunggulan yang mampu memberikan dampak positif bagi segala potensi pariwisata yang dimilikinya.

Batam akan dijadikan sasaran nomor 1 untuk jalur perdagangan yang menunjang aspek pariwisata dan diharapkan mampu menjadi pintu masuk menuju kepulauan lainnya. Jadi kita tidak lagi harus melalui Malaysia atau Singapura. 

Acara semakin meriah dengan penutup menari bersama para insan pariwisata yang hadir. Goyang Maumere memberikan energi kebahagiaan malam itu. Menjadi penutup sempurna acara malam ini. 






26 March 2019

Promosikan Daerah Lewat ‘Public Expose Exploring Lingga’

LINGGA - Melalui kegiatan ‘Public Expose Exploring Lingga’, Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Lingga sukses mempromosikan destinasi di daerahnya, Senin (25/3).


Acara yang berlangsung di Auditorium Universitas Universal, Batam Center, ini dimoderatori oleh MS Laba, serta diisi pemateri Raja Fahrurrazi selaku Kadisparpora Lingga, dan penulis buku ‘Exploring Lingga’ Edi Sutrisno. 

Foto : Bams Nektar

Raja Fahrurrazi mengatakan, Lingga adalah salah satu daerah yang berada di Kepulauan Riau. Sebelumnya, Lingga adalah ibukota Kerajaan Melayu Riau, dan merupakan kesatuan wilayah dari Kerajaan Johor Riau sebagai penerusan Kerajaan Malaka.

“Bisa dibilang, Lingga adalah central kingdom. Dan menjadi titik pertemuan antara beberapa negara maupun daerah,” ujarnya. 

Terbentuknya Kerjaan Riau Lingga akibat adanya konflik perebutan kekuasaan antara kedua Putra Mahkota Raja Johor Riau. Puncak kejayaan kesultanan Johor Lingga mencapai wilayah Johor, Pahang, Selangor, Singapura, Malaysia, Kepulauan Riau, Riau daratan, hingga daratan Jambi. 

Banyak yang dimiliki Lingga. Ada gunung, air terjun, sawah, pemandian air  hangat, pantai, hutan, dan masih banyak lagi. Lingga adalah masa depan, khususnya bagi masyarakat setempat.

“Saya berharap, kita sebagai ‘Hero Tourism’ bisa menjadi Asian informasi tentang Lingga yang memiliki potensi sangat besar. Kita telah menerapkan ‘one minute, one produk, one travel’. Identitas budaya kita akan hilang jika tidak kita jaga,” ungkapnya. 

Lingga memang belum sepopular Batam atau Bintan. Banyak wisatawan belum mengetahui di mana Lingga. Karena itu, butuh kerja keras semua pihak untuk mengenalkannya ke masyarakat luas.

“Dengan 604 pulau, tambang bauksit, dan merupakan penghasil ikan terbesar di Riau, Lingga bisa ditempuh melalui udara dengan menggunakan pesawat Susi Air. Bisa juga melalui jalur laut dari Tanjung Pinang atau Batam, dengan waktu tempuh sekitar 1 jam,” jelasnya.

Sebagai daerah dengan latar belakang Kerajaan Melayu Riau, Lingga bisa menawarkan wisata sejarah bagi para pelancong. Tentu saja, semua harus dikemas dengan menarik sehingga minat wisatawan tergerak untuk berkunjung. 

“Selain promosi yang perlu digencarkan, jangan lupa dengan konsep 3A, yaitu Atraksi, Aksesibilitas, dan Amenitas. Ketiganya harus terpenuhi, karena itulah kekuatan terpenting dalam menarik wisatawan. Baik dari luar daerah maupun dari mancanegara,” seperti yang disampaikan oleh Bapak Menteri Pariwisata kita Arief Yahya. 

20 March 2019

CICIPI KULINER AUTENTIK DITANAH MINANG


Rendang

Siapa sih yang nggak kenal primadona kuliner khas Padang ini? Bahkan kelezatannya sudah mendunia. Rendang diakui sebagai salah satu makanan terlezat di dunia. Mau tahu rasanya mencicipi rendang yang autentik di tanah Minang yang langsung dimasak dari tanah Minang??? Pasti jadi pengalaman yang super istimewa!

Foto By : Elsa Thessia

Ikan Pauh Piaman

Ikan yang digunakan untuk hidangan gulai ini biasanya diambil langsung dari perairan Padang. Penduduk asli Padang percaya bahwa ikan dari habitat yang berbeda juga akan menciptakan cita rasa yang berbeda. Jadi, pas banget mencicipi hidangan yang satu ini langsung di Padang.

Foto By : Elsa Thessia 




Restoran Aie Badarun

Restoran Aie Badarun adalah salah satu rumah makan yang wajib kamu kunjungi saat bertandang ke kota Padang. Menyajikan menu yang berbeda dari rumah makan Padang lainnya di Jakarta. Penasaran? Kamu mesti mampir ke sini.
Foto By : Google



Kerupuk Sanjai Ummi

Inilah snack khas Padang yang membuat banyak orang ketagihan. Cita rasa pedas, manis, dan renyah yang bersatu rasanya tak tertandingi. Pokoknya, snack satu ini wajib banget kamu cicipi sambil jalan-jalan keliling Padang.
Foto By : Google




Kopi Kiniko

Tempat ini bukan sekedar kedai kopi loh, tapi juga pabrik kopi tradisional. Selain menikmati secangkir kopi khas Padang, kamu juga bisa melihat proses pembuatannya. Kedainya sendiri memiliki konsep terbuka. Ini jadi tempat yang pas untuk menyeruput kopi hangat sambil memandang alam Padang yang memukau.
Foto By : Google

SUMBAR DENGAN SEGALA KEINDAHAN ALAMNYA

AIR TERJUN LEMBAH ANAI
Air terjun yang tingginya mencapai 35m ini letaknya di kawasan Cagar Alam Lembah Anai, Gunung Singgalang. Pastinya kamu bisa menikmati keindahan bukit nan hijau dan merasakan kesegaran airnya loh. Coba buka mata kamu lebar-lebar deh, supaya bisa melihat uniknya jalur rel kereta tua yang berkelok-kelok.

Foto By : Noraini Erita




NGARAI SIANOK
Buat kamu yang punya jiwa petualang pasti merasa tertantang utnuk menjelajahi tebing dan lembah curam Ngarai Sianok. Fenomena alam ini membentang seperti great wall sepanjang 15km. Trekking di lembah yang sejuk, sambil menikmati pemandangan tebing yang hijau bisa jadi pengalaman baru yang pastinya bakalan seru!

Foto By : Noraini Erita


KELOK SEMBILAN 
Keaslian alam kota Padang ini bisa juga kamu nikmati dari atas jembatan layang Kelok Sembilan, yang menghubungkan 2 Provinsi yaitu Sumatera Barat dengan Riau. Konstruksinya yang megah dibangun berbatasan dengan jurang dan lereng bukit. Nah, siap-siap merasakan tantangan adrenalin saat melewati kelokan-kelokan yang curam ini!

Foto By : Luluk Suhartiningsih


LEMBAH HARAU
Sajian pemandangan tebing batu granit yang asri di Lembah Harau menjadikannya salah satu lembah paling indah di Indonesia loh!!! Sederet air terjun dan aliran sungai yang jernih menjadi pemandangan yang menyegarkan dan memanjakan mata di sini. So, pastikan lembah ini ada di dalam daftar perjalanan liburan kamu, ya.

Foto By : Viola



JAM GADANG
Menjadi ikon tanah Minang menara peninggalan kolonial Belanda ini menggunakan mesin yang sama dengan mesin Big Ben di London.  Makanya, kalau ke Padang jangan lupa untuk menelusuri sejarahnya dan juga arsitektur khasnya.

Foto By : Viola


ISTANA RAJA PAGARUYUNG 

Belajar sejarah dan budaya Minangkabau, makin seru jika kamu berkunjung ke Istana Raja Pagaruyung. Selain bisa menelusuri ruangan yang digunakan anggota kerajaan di masa lalu, kamu juga bisa mengenal adat istiadat mereka. Mengelilingi halaman istana dengan menaiki kuda ,, yakin gamau ???
Foto By : Elsa Thessia 


KOTA LAMA
Hunting foto dengan latar gedung bernuansa kolonial Belanda di kawasan kota lama, Padang, pastinya jadi kegiatan seru. Tak hanya itu, kamu juga bisa mengenal sejarah nya, dan bisa melihat deretan bangunan tua masih berdiri megah. Suasana di sini serasa berada di era kolonialisme.

DESA PANDAI SIKEK
Penduduk desa di sini punya keahlian menenun songket yang diwariskan turun-temurun, lho. Buat kamu yang mau tahu proses pembuatan songket yang tebuat dari kain sutera dengan benang emas dan perak ini, mesti mampir ke desa Pandai Sikek.

KAWASAN WISATA PULAU MANDEH 

Surga tersembunyi di Kota Padang ini menyimpan keindahan tropis khas Indonesia. Pasirnya yang putih bersih dan airnya biru jernih. Dari ketinggian, kamu bisa melihat gugusan pulau-pulau kecil. Kalau beruntung, kamu juga bisa melihat atraksi warga lokal yang puya keahlian debus. Penasaran???

Selain bisa menikmati ketenangan di pantai pulau Mandeh kamu bisa coba trekking yang menantang di Ngarai Sianok gaes.


22 February 2019

Dangkong, Salah Satu Magnet Festival Pulau Penyengat 2019

Dangkong, Salah Satu Magnet Festival Pulau Penyengat 2019

Tari Dangkong atau lebih dikenal dengan Joget Dangkong merupakan kesenian tari tradisional yang sudah ada sejak masa Kerajaan Melayu di Kepulauan Riau. Tarian ini ditampilkan dalam upacara adat, pernikahan, sebagai penghibur warga kerajaan pada zaman dahulu, dan penghibur semua masyarakat disekitar kerajaan. 

Joget Dangkong selalu saja menghibur, mengedukasi, dan tidak membosankan. Pada perhelatan Festival Pulau Penyengat 2019, atraksi ini  turut disajikan dalam bentuk lomba. Acara tersebut digelar Minggu (17/2).


Berlangsung di Kelurahan Penyengat, Joget Dangkong semakin menarik dengan hadirnya generasi millennial yang menjadi peserta lomba dan berhasil meraih juara pertama. Ini membuktikan bahwa Joget Dangkong adalah hiburan untuk segala usia dan patut dilestarikan.

Sukses menghibur ratusan para penonton. Sorak Sorai penonton dan tepukan tangan riuh memenuhi halaman balai desa Kelurahan Penyengat. Tak hanya masyarakat, tamu undangan serta pejabat daerah saja, seorang Wanita yang melancong Australia pun sangat antusias saat di ajak naik ke atas panggung untuk menikmati tarian yang diiringi lagu Nona Singapura itu. 

Lenggokan tubuh dan hentakan kaki sukses ia peragakan. Ia menari dengan riang dan menambah keceriaan panggung malam itu .

Namun Joget Dangkong sudah sangat jarang ditampilkan baik dalam acara adat, maupun sebagai hiburan bagi masyarakat umum. Menyadari ancaman kepunahan kesenian Joget Dangkong tersebut, demi menjaga eksistensi kesenian Joget Dangkong, para seniman melakukan beberapa perubahan terhadap kesenian Joget Dangkong. 


Perubahan tersebut meliputi alat musik, anak joget, lagu dan gerakan joget, kostum dan tata rias hingga pertunjukkan Joget Dangkong. Kostum Joget Dangkong biasanya mengenakan baju kurung biasa yang dipadankan dengan kain batik (untuk kaum lelaki) dan baju kebaya yang dipadankan dengan rok atau celana panjang (untuk kaum perempuan). 



Sedangkan pada bagian tata rias, menggunakan rambut asli dengan sanggul dan dihias dengan bunga hidup . 

Foto By : Aan Genpi.co 



18 February 2019

Dijadikan Lomba di Festival Penyengat, ini Filosofi Permainan Gasing

Foto by : Aan Genpi.co

Gasing merupakan salah satu permainan tradisional rakyat tertua di Nusantara yang terbuat dari kayu dan sebagainya. Diberi pasak (paku atau kayu) agar dapat dililitkan dengan tali. 

Permainan gasing sendiri bisa dilakukan secara perorangan maupun beregu. Di Kepulauan Riau sendiri, masih acap menyelenggarakan kompetisi gasing. Pada Festival Penyengat 2019,  permainan ini turut dilombakan. Kompetisi ini dilangsungkan pada Minggu (17/2) kemarin, di Kampung Datuk, Pulau Penyengat.

Gasing memiliki istilah berbeda di sejumlah daerah. Ada yang menyebutnya gangsing atau panggal, pukang, begasing, apiong, maggasing, gansing, paki, kekehan, gangsingan, dan pathon. 
Hanya masyarakat Jambi, Bengkulu, Sumatera Barat, dan Kepulauan Riau menyebutnya gasing.

Gasing (Foto By : Aan Genpi.co) 

Uniknya, permainan gasing tak hanya digemari oleh anak-anak saja, melainkan orang tua juga turut memainkan gasing. Keseruan terlihat jelas kala para pemain mengadu masing-masing gasing kebanggaan mereka. 

Saling adu, saling lempar membuat para penonton ricuh. Sorakan pendukung memberi motivasi dan semangat kepada para pemain membuat para pemain semakin tertantang.

Kalah dan menang tak membuat para pemain menjadi musuh. Justru setelah pertandingan selesai para pemain saling memberi salam selamat dan senyum yang hangat. 

Dari permainan gasing kita belajar, sebuah kekalahan memang sangat menyakitkan, tetapi akan jauh lebih menyedihkan jika kekalahan tersebut membuat sebuah tim tercerai-berai.

Panitia dan peserta gasing (foto by: Aan Genpi.co) 

06 January 2019

Ini Destinasi Baru di Bintan, Pengudang Bintan Mangrove

Ini Destinasi Baru di Bintan, Pengudang Bintan Mangrove

BINTAN - Sebagai daerah crossborder, Bintan dituntut untuk selalu memukau. Bukan hanya dengan atraksinya, tetapi juga dengan keindahan alamnya. Salah satu keindahan tersebut adalah Pengudang Bintan Mangrove. Destinasi wisata ecotourism ini, dikelola kelompok masyarakat kalangan nelayan.

Untuk menikmati Pengudang Bintan Mangrove, kita bisa menyusuri sungai sepanjang 4 kilometer menggunakan speed boat. Untuk menemani perjalanan, kita akan dipandu pemuda lokal yang sudah berpengalaman dan bermata pencaharian sebagai nelayan.

Sepanjang perjalanan, mata kita akan dimanjakan dengan pemandangan rimbunnya pepohonan Mangrove, Padang Lamun, Batu Junjung, Batu Arang, Fauna. Ditambah lagi aktivitas nelayan menangkap ketam dengan alat perangkap bubu.

Jika beruntung, kalian juga bisa melihat Dugong. Hewan ini adalah ikon Pulau Bintan. Karena sudah langka. Namun, dugong masih banyak kita jumpai di Perairan Bintan. Khususnya, di Desa Pengudang. Pemerintah Kabupaten Bintan juga ingin menjadikan Dugong sebagai Representasi Kepariwisataan Bintan.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Bintan Luki Zaiman Prawira, objek wisata Pengudang Mangrove diluncurkan untuk mengkampanyekan pelestarian lingkungan. Sekaligus menjaga pohon mangrove, ekosistem dan habitatnya dari kerusakan.

“Walaupun Kita agak sulit melihat hewan langka ini secara langsung, kita bisa melihat jejak mereka melalui lamun yang telah mereka makan. Dan juga ada beberapa kali, Dugong terdampar atau terjebak di jaring nelayan,” terang Luki.

Di Desa Pengudang, bisa kita jumpai replika rangka Dugong. Replika ini berasal dari Dugong yang telah mati terdampar. Rangka tersebut tersimpan di Balai Desa Pengudang. Penyusunan kembali rangka dugong ini diinisiasi oleh DSCP dengan bantuan warga setempat.

Desa Pengudang sendiri dijadikan sebagai "pilot project" Penelitian Lamun & Dugong oleh DSCP ( Dugong Seagrass Center Project). Menurut hasil penelitian, Kampung Pengudang memiliki banyak variety lamun. Lebih banyak ketimbang tempat lain di Bintan.

DSCP juga menjadikan Pengudang Mangrove sebagai tempat untuk mengedukasi masyarakat serta pengunjung yang. Mereka memberitahu bagaimana pentingnya kita menjaga lamun serta ekosistem yang ada untuk keberlangsungan hidup serta pengembangan wisata setempat.

Buat wisatawan, ada berbagai paket wisata yang bisa dipilih untuk menikmati destinasi ini. Paket yang tersedia adalah Mangrove Tour / Mangrove Firefly, Mangrove Tour + Batu Junjung Beach, Snorkling + Barbeque, dan Mangrove + Snorkling + Batu Junjung Beach.

Kadispar Kepulauan Riau Boeralimar menilai pariwisata Bintan berkembang pesat.

"Destinasi alam di Bintan berkembang pesat terutama yang dikelola oleh kelompok masyarakat, ini menandakan sektor pariwisata Bintan mendapat apresiasi dari seluruh komponen masyarakat. Semangat tinggi masyarakat yang ditopang oleh Pemerintah akan membuat Bintan bisa melejit di bidang destinasi alam," katanya.

Sedangkan Iwan Winarto sebagai pimpinan Pengudang Bintan Mangrove berharap kedepannya Pemerintah setempat lebih concern dan memberikan perhatian lebih terhadap Pengembangan wisata berbasis Masyarakat serta terus menstimulasi dan mempromosikan Wisata tempatan.

"Akses informasi tentang kepariwisatan lokal melalui off line dan online lebih mudah didapatkan untuk para tamu yg berkunjung ke Bintan. Dan tentunya Pemkab Bintan terus melakukan komunikasi yang  intens terhadap Kelompok Wisata masyarakat (Pokdarwis) yang ada, sehingga mampu menjembatani terhadap permasalahan yang muncul serta tantangan tantangan apa saja yang dihadapi yang pada akhirnya Kelompok ini (pokdarwis) merasa ada tempat untuk "Mengadu" dan bisa mandiri,” sebutnya.